Selasa, Agustus 06, 2013

Pantai Watu Pecak

Satu lagi pantai yang mempunyai ombak yang menakutkan. Ya, Pantai Watu Pecak namanya, terletak di desa Selok Awar-awar, kecamatan Pasirian, 18 Km arah selatan dari kota Lumajang. Pantai Watu Pecak ini dapat anda tempuh sekitar 35 menit berkendara dari kecamatan Pasirian.

Peta Pantai Watu Pecak
Pantai Watu Pecak terletak di 18KM ke arah selatan dari Kota Lumajang

Pantai ini berdekatan dengan lokasi Pantai Bambang, yang terletak di sisi timur pantai. Seperti layaknya obyek wisata pantai selatan, pantai ini memiliki karakteristik ombak yang besar dan berbahaya. Pantai Watu Pecak ini pada hari tertentu digunakan sebagai tempat upacara Melasi atau sesuci bumi bagi para pengikut Hindu Dharma Bali. Jika anda datang bertepatan dengan acara ini tentu anda akan merasakan kesakralan acara Melasi atau sesuci bumi dengan ditemani nuansa laut lepas Pantai Watu Pecak.


Pantai Watu Pecak
Pemandangan Alam Pantai Watu Pecak

Kabupaten Lumajang memang memiliki berbagai macam obyek wisata dengan panorama alam yang memukau dan masih alami. Dan hal itu dapat dibuktikan dengan mengunjungi  pantai-pantai di Lumajang salah satunya adalah Pantai Watu Pecak.


Selasa, Juli 30, 2013

Pariwisata Olahraga

Berbicara masalah pariwisata dan olahraga dapat di artikan sebagaimana kita membicarakan dua sisi mata uang yang berbeda namun memiliki satu makna. Menurut definisinya oleh H.Kodhyat (1983:4) Pariwisata adalah perjalanan dari tempat satu ke tempat lain, bersifat sementara, dilakukan perorangan maupun kelompok, sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagiaan dengan lingkungan hidup dalam dimensi sosial, budaya, alam dan ilmu.

Demikian juga pendapat dari James J. Spillane (1982:20) mengemukakan bahwa pariwisata adalah kegiatan melakukan perjalanan dengan tujuan mendapatkan kenikmatan, mencari kepuasan, mengetaui sesuatu, memperbaiki kesehatan, menikmati olahraga atau istirahat, menunaikan tugas, berziarah dan lain-lain. Sedangkan olahraga adalah serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana untuk memelihara gerak (mempertahankan hidup) dan meningkatkan kemampuan gerak (meningkatkan kualitas hidup). Seperti halnya makan, olahraga merupakan kebutuhan hidup yang sifatnya periodic, artinya olahraga sebagai alat untuk memelihata serta membina kesehatan, dan tidak dapat di tinggalkan. Olahraga merupakan alat untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan jasmani, rohani dan sosial.

Pariwisata dan olahraga merupakan dua disiplin disiplin ilmu yang dapat di padukan sehingga memiliki kekuatan dan efek ganda bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada umumnya. Oleh sebab itu pariwisata dan olahraga (sport tourism) saat ini mendapatkan perhatian besar baik dari pihak pemerintah, swasta, industri olahraga, industri pariwisata, akademis maupun masyarakat luas. Sport tourism atau Pariwisata Olahraga merupakan paradigma baru dalam pengembangan pariwisata dan olahraga di Indonesia.

Pariwisata olahraga mampu menunjukan potensinya sebagai sesuatu yang menarik, sehingga dapat menciptakan sebuat atraksi wisata yang dapat menjadikan multi cultural tourism. Atraksi wisata adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tujuan wisata yang merupaka daya tarik agar orang-orang semakin memiliki minat lebih besar untuk berkunjung ke suatu Daerah Tujuan Wisata (DTW). Agar suatu daerah tujuan wisata mempunyai daya tarik maka suatu Daerah Tujuan Wisata juga harus memiliki beberapa syarat yang harus dimiliki yaitu :
- Adanya sesuatu yang dapat di lihat
- Adanya sesuatu yang akan dilakukan
- Adanya sesuatu yang dapat dibeli

Hal ini menjadi sangat penting karena pengembangan Pariwisata Olahraga memerlukan sumber daya manusia yang unggul dan handal dalam mendesain berbagai macam kegiatan olahraga sehingga menjadi atraksi wisata yang layak jual karena memiliki nilai-nilai ekonomi (economic values) dan mendatangkan keuntungan suatu negara atau daerah. Pengembang Pariwisata Olahraga di Indonesia saat ini merupakan suatu demand sehingga harus mempertimbngkan supply yang harus tersedia saat demand atau permintaan meningkat.

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional juga disebutkan bahwa olahraga rekreasi adalah olahraga yang dilakukan oleh masyarakat dengan kegemaran dan kemampuan yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan kondisi dan nilai budaya masyarakat setempat untuk kesehatan, kebugaran, dan kesenangan (pasal 1 ayat 12). Dalam hal ini olahraga dan pariwisata mempunyai tujuan yang sama. Kalau olahraga bertujuan untuk memberikan kesenangan maka pariwisata adalah suatu kegiatan yang di lakukan untuk mendapatkan kesenangan.

Pariwisata Olahraga (sport tourism) menurut Spillane (1987:30) di bagi dalam 2 kategori yaitu:
- Big Sport Even yaitu peristiwa-peristiwa olahraga besar seperti Olympic games, kejuaraan sky dunia, kejuaraan tinju dunia dan olahraga-olahraga lainnya yang menarik perhatian tidak hanya pada olahragawannya sendiri tetapi juga ribuan penonton atau penggemarnya.
- Sporting Tourism of the Practicioners yaitu pariwisata olahraga bagi mereka yang inging berlatih dan mempraktekkan sendiri seperti pendakian gunung, olahraga naik kuda, memancing, dan lain sebagainya.

Berdasarkan definisi di atas terlihat bahwa Pariwisata Olahraga itu di tujukan kepada suatu perjalanan orang-orang yang bertujuan untuk melihat atau menyaksikan suatu pesta olahraga di suatu tempat atau negara dalam kegiatan olahraga itu sendiri. Pariwisata itu bertujuan untuk memenuhi kepuasan untuk melakukan kegiatan olahraga yang di senangi seperti fishing, hunting, deep sea diving, skiing, hiking, boating, dll.

Hampir di seluruh bagian dunia, Pariwisata Olahraga kini semakin maju sehingga banyak bidang olahraga kini dijadikan objek maupun daya tarik bagi wisatawan, terutama olahraga yang memanfaatkan fasilitas yang bersifat alamiah seperti pegunungan, danau, sungai, laut maupun yang hanya menawarkan pesona keindahan alam.